Sunday, 13 October, 2019

Beberapa Pasal RUU KUHP yang Menjadi Kontroversi


Pasal Kontroversial RUU KUHP

Pasal kontroversial di RUU KUHP memicu mahasiswa bergerak bersama mulai Senin hingga Selasa siang kemarin. Meski Presiden Joko Widodo (Jokowi) memastikan Akan menunda pengesahan RUU KUHP, para mahasiswa Dari segenap penjuru negeri tetap menggelar aksi unjuk rasa.

Berikut beberapa daftar pasal kontroversial RUU KUHP dan telah dirangkum dengan sedemikian rupa :

1. Hukum Adat

Hukum adat menjadi salat satu pasal RUU KUHP yang sangat kontroversi karena pelanggaran hukum adat di masayarakat bisa dipidana. Hal ini masuk dalam pasal nomor 2.

2. Kebebasan Pers dan Berpendapat

Dalam pasal kontroversial RUU KUHP nomor 218 ayat satu tertulis bahwa setiap seseorang yang melecehkan atau menyerang kehormatan atau harkat dan martabat diri Presiden atau Wakil Presiden dapat dipidana. Bahkan hukumannya paling lama tiga tahun, 6 bulan.

3. Aborsi

Tindakan aborsi diatur dalam pasal kontroversial RUU KUHP nomor 251, 470, 471, dan 472. Pada dasarnya, bentuk aborsi adalah bentuk pidana dan pelaku yang terlibat bisa di penjara apabila melakukanya kecuali bagi korban pemerkosaan, termasuk tenaga medisnya tidak dipidana.

4. Kumpul Kebo

Pasal RUU KUHP tentang kumpul kebo diatur dalam pasal 417 ayat satu. Dalam pasal itu, di tulis kan  bahwa setiap orang yang melakukan persetubuhan dengan wanita yang bukan istri atau suaminya dipidana karena perzinahan dengan penjara paling lama satu tahun atau denda kategori II.

5. Memelihara Hewan

Seseorang yang memelihara hewan tanpa pengawasan sehingga bisa membahayakan tetangga tetangga atau orang lain, atau hewan lainnya dapat dipidana dengan hukuman 6 bulan.  tertuang dalam pasal RUU Kitab Undang Undang Hukum Pidana nomor 340 RUU KUHP.

6. Gelandangan

Pasal Kontroversial RUU KUHP lainnya, mengenai denda yang diberikan pada gelandangan sebesar 1 juta Rupiah, Aturan ini terdapat dalam Pasal nomor 432.

7. Alat Kontrasepsi

Didalam Pasal Kontroversial RUU Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) nomor 414 menyebutkan, setiap orang yang secara terang-terangan, mempertunjukan, menawarkan, menyiarkan tulisan, atau menunjukkan alat kontrasepsi kepada anak diancam pidana atau denda. Tercatat, perbuatan tersebut dapat dipidana dengan hukuman enam bulan.

8. Korupsi

Bagi pelaku korupsi dalam pasal kontroversial RUU KUHP hanya dipidana selama dua tahun. Hukuman ini lebih ringan dibandingkan dalam KUHP yang lama hukuman adalah paling sedikit enam tahun penjara.

9. Penistaan agama

Dalam Pasal RUU KUHP 313 tentang penodaan agama, seseorang bisa dipidana selama lima tahun lamanya. Hal itu berlaku bagi orang yang, menunjukan atau menyiarkan, menempelkan tulisan, gambar, atau rekaman, serta menyebarluaskannya melalui kanal elektronik.

10. Santet

Tindakan santet bagi seseorang yang menawarkan jasa praktik ilmu hitam bisa diancam pidana. semua itu tertuang didalam Pasal Kontroversial RUU Kitab Undang Undang Hukum Pidana (KUHP) Nomor 252.

11. Pencabulan Sesama Jenis

Pasal kontroversial RUU KUHP yang terakhir, adalah pencabulan dan terdapat pada Pasal 421. Dalam draft aturan tersebut, makna pencabulan dilakukan kepada sesama jenis.

(detikom)