Kondisi Pabrik Gula Di Indonesia

Indonesia merupakan negara beriklim tropis yang memiliki wilayah yang sangat luas dan cukup besar. Sehingga tanaman tebu sangat mudah ditemukan di setiap daerah, jadi tidak heran bahwa di Indonesia terdapat banyak pabrik gula karena tanaman tebu sebagai bahan baku mudah ditemukan.

Pabrik gula di Indonesia sudah ada sejak zaman Belanda loh!. Sampai sekarang pabrik gula yang ada menurut data adalah hampir 70 lebih pabrik gula tersebar di seluruh Indonesia. Data tahun 1930 – 1932 menyebutkan bahwa Indonesia ini merupakan penghasil utama dari gula pasir di dunia. Terlepas dari adanya pabrik gula dari zaman belanda, bagaimana kondisi pabrik gula di Indonesia saat ini?

Dilihat dari perkembangan pabrik gula di Indonesia dari zaman belanda sampai sekarang secara fakta mengalami banyak fluktuasi dalam beberapa waktu. Pada masa awal kemerdekaan pabrik gula mengalami penurunan karena perekenomian di negara Indonesia pada saat itu tidak stabil.

Selain faktor tersebut, teknologi pada masa itu untuk pabrik gula masih kalah saing sehingga mengakibatkan keterpurukan. Tapi, pemerintah telah melakukan banyak kebijakan pada saat itu untuk mengembalikan kejayaan dari pabrik gula di Indonesia.

Namun, pabrik gula di Indonesia malah semakin mengalami keterpurukan, sehingga pada tahun 1967 Indonesia mengimpor gula sampai saat ini. Hal tersebut dikarenakan pabrik gula di Indonesia tidak dapat memenuhi kebutuhan gula dalam negeri sehingga pemerintah harus melakukan impor dari negara lain.

Kebutuhan gula dalam negeri setiap tahunnya mengalami peningkatan sehingga impor yang dilakukan juga mengalami peningkatan. Akibatnya volume dari impor yang dilakukan oleh pemerintah tidak terkontrol dengan baik, pada tahun 1991 – 2001 mencapai 16,6% pertahun. Hal tersebut menyebabkan pabrik gula dalam negeri semakin terpuruk semakin terpuruk. Sampai tahun 2005 – 2013 produksi dari pabrik dalam negeri masih belum dapat mencukupi konsumsi dari masyarakat. Meskipun pada tahun – tahun tersebut produksi dari pabrik gula dalam negeri mengalami peningkatan akan tetapi masih belum cukup menutupi konsumsi masyarakat.

Melihat kondisi sampai saat ini, masalah yang timbul adalah karena terjadinya penurunan produksi dan kenaikan dari defisit yang sedang di hadapi negara Indonesia. Penurunan produksi ini disebabkan oleh masalah kurangnya pasokan bahan baku yaitu tebu untuk memproduksi gula. Tanaman tebu semakin hari semakin menyusut, hal ini disebabkan oleh semakin menyusutnya lahan untuk menanam tebu. Sehingga pasokan tebu untuk pabrik gula juga semakin sedikit.

Pasokan yang sedikit, menyebabkan produksi gula juga sedikit sehingga pemerintah harus meningkatkan impor gula untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pabrik gula semakin terpuruk kembali. Selain kurangnya pasokan, penyebab lain adalah karena pabrik gula dalam negeri masih belum bekerja secara efisien dalam manajemen produksinya.

Seperti yang kita lihat, terdapat hampir 10 pabrik gula yang akan di tutup pada wilayah PTPN X dan PTPN XI di jawa timur. Penutupan tersebut dikarenakan Kementrian Perindustrian menyatakan bahwa untuk menguatkan industri atau pabrik gula yang ada didalam negeri maka pabrik gula yang tidak menghasilkan profit yang maksimal akan ditutup. Pabrik gula di jawa menghasilkan produk gula yang memiliki mutu masih rendah kualitasnya padahal tercatat terdapat kurang lebih 62 pabrik yang beroperasi. Pabrik –pabrik yang masih beroperasi saat ini beroperasi dengan kapasitas yang kecil karena masih menggunakan peralatan yang tua dengan karyawan yang cukup banyak serta melakukan produksi hanya kurang lebih 150 hari setiap tahunnya. Penutupan pabrik yang dilakukan menimbulkan banyak pro kontra karena dianggap akan menambah jumlah pengangguran yang ada karena lumayan banyak pabrik yang ditutup.

Berdasarkan pada permasalahan yang timbul, hendaknya pemerintah mengeluarkan kebijakan yang matang dan sesuai dengan permasalah tersebut. Seperti membuat varietas bibit tebu yang unggul sehingga dapat meningkatkan jumlah produksi gula meskipun pabrik gula dalam negeri masih menggunakan peralatan yang sudah tua. Pabrik tebu untuk saat ini sebaiknya melakukan pembenahan diri sehingga dapat memporduksi secara efisien agar output yang dihasilkan akan lebih maksimal. Namun, hal tersebut hari dibarengi dengan kebijakan dan bantuan dari pemerintah Indonesia agar pabrik gula dalam negeri tetap bertahan dan tetap beroperasi dan menghasilkan gula sehingga impor dapat di tekan.

 

Baca Juga Artikel Kesehatan >>> https://healthylivingroom.com/

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.