PSBB Jakarta agak Lambat diberlakukan

Anggota Dewan Perwakilan DKI Jakarta Fraksi PDIP Gilbert menilai Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan agak lambat menerapkan batasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mengatasi koronavirus (COVID-19). Malah, kata Gilbert, sebelum Anies sering mengatakan bahawa kerajaan pusat perlu segera mengambil langkah tertentu.

PSBB Jakarta

“Selepas PSBB diputuskan oleh Menteri Kesehatan, ternyata DKI sebenarnya mengerjakannya 3 hari kemudian. Kesan lambat ini sangat dirasakan karna ini selalu dimintanya,” kata Gilbert dalam pernyataan tertulisnya. oleh CNN Indonesia

Seperti yang diketahui bahwa permintaan Anies untuk Jakarta agar memperoleh status PSBB telah diberikan oleh Menteri Kesehatan pada hari Selasa (7/4). Walau bagaimanapun, Anies akan memberlakukan PSBB pada hari Jumaat (10/4) atau tiga hari selepas permintaan ini dikeluarkan. Walau bagaimanapun, Anies masih belum menyiapkan peraturan mengenai pelaksanaan PSBB.

Menurut Gilbert, sebelum mengajukan permohonan PSBB, satuan kerja perangkat daerah (SKPD) di bawah Anies telah mempersiapkan semua hal-hal teknis dengan hati-hati. Walau bagaimanapun, realitanya tidak berlaku.

“SKPD yang berkaitan sepatutnya bersedia untuk bertindak tegas terhadap ini, terutama data penerima bantuan,” katanya.

Menurut Gilbert, Pemerintah Provinsi DKI juga perlu mengenakan transparansi penerima bantuan selama PSBB. Karna, semasa PSBB, Pemerintah Provinsi DKI di bawah Anies bertanggung jawab atas 1.1 juta orang miskin yang menerima bantuan sosial.

Sementara itu, DKI masih meminta bantuan dari pemerintah pusat untuk menyediakan dana bantuan sosial sebesar Rp880 ribu kepada sekitar 2,6 juta orang yang akan dipengaruhi oleh kebijakan PSBB.

“Oleh kerana itu memerlukan keseriusan, nama dan alamat penerima 3,7 juta yang diserahkan kepada gubernur untuk bantuan, diharapkan besok bantuan itu akan diterima dan tanpa membuat antrian,” katanya.

Ketua II Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19, Provinsi DKI Jakarta Catur Laswanto mengatakan, Pemerintah Provinsi masih merampungkan pergub terkait PSBB.

Catur menjelaskan, kemudian dalam Peraturan Gubernur, akan dijelaskan secara lebih terperinci tentang pelaksanaan CBDR di ibukota.

Nanti akan diatur detailnya dalam peraturan Gubernur yang akan diterbitkan segera,” ucap Catur kepada¬†CNNIndonesia

Anies sebelum ini mengakui bahawa dia sudah melengkapkan peraturan PSBB. Walau bagaimanapun, terdapat beberapa perkara yang masih perlu dimuktamadkan. Sebagai contoh, berkaitan dengan pemberian permit pengangkutan dalam talian.

Bekas Menteri Pendidikan dan Kebudayaan berkata pada masa ini partinya masih menunggu keputusan pemerintah pusat mengenai perkara ini.

“Kami sedang berbincang dengan harapan bahawa terdapat berita baik, selagi mereka mempunyai prosedur, tentu saja ia dibenarkan,” jelas Anies.